oleh: Yahya Tirta Prewita
Saat seorang pemimpin rohani berkata kepada kita, “Inilah kehendak Tuhan buatmu”, hati-hatilah, bisa jadi itu adalah spiritual abuse (pelecehan rohani).
Pelecehan adalah sikap dan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan atau dengan tujuan yang tidak pantas. Pelecehan rohani dilakukan oleh seorang pemimpin rohani, kepada orang yang ada dalam pimpinannya, dengan mengatasnamakan Tuhan, ajaran tentang kebenaran, atau konsep rohani tertentu, yang membuat korban secara mental, akal sehat, maupun rohani ada dalam ketaatan tanpa syarat kepada pemimpinnya, bahkan juga ketika penundukkan diri yang dilakukan itu sebenarnya melecehkan dirinya.
Kita belajar bahwa Tuhan berkehendak menyelamatkan, dan menyatakan kehendakNya kepada kita melalui FirmanNya, baik secara umum dengan prinsip-prinsip kebenaran yang digali dari Alkitab, tetapi juga secara khusus melalui Roh Kudus yang berbicara secara pribadi mengenai hal-hal tertentu dalam hidup kita. Kita belajar juga bahwa Tuhan memberikan para Rasul, Guru, Nabi, Pendeta dan orang-orang yang diutus-Nya untuk memperlengkapi umat, bagi pembangunan Tubuh Kristus. Tetapi hidup Kristen yang dewasa akan menguji dan memeriksa secara pribadi, apa kehendak Tuhan bagiku, dan tak ada orang lain siapapun dia yang bisa memastikan “Inilah kehendak Tuhan bagimu”.
Read more…


