Archive for the 'Kegiatan' Category

DUA WINDU PASCA PENDEWASAAN GKJ NUSUKAN (1969–1985)

Gereja Kristen Jawa Nusukan masih seumur jagung, tetapi banyak sekali persoalan yang harus segera ditangani secara lebih baik. Karena itu Majelis dalam sidangnya tanggal 12 Pebruari 1970 memutuskan untuk menambah anggota Majelis dan menetapkan struktur kemajelisan yang lebih efisien dalam menjalankan pelayanannya.

Demikian pun belum sampai melangkah lebih jauh untuk mengembangkan jemaatnya datang berita bahwa Bapak Suharno, SH (ketua majelis pertama) harus meninggalkan Sala karena dipindah tugaskan menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Palembang. Menyikapi ini maka pada tanggal 27 Maret 1970 diadakan pergantian  Ketua Majelis dari Bp. Suharno, SH kepada Ketua yang baru yaitu Bp. R.S. Hadisiswoyo.

continue reading »

May 16 2010 | Kegiatan | No Comments »

PROSES PENDEWASAAN GKJ NUSUKAN

Setelah diresmikannya Tempat kebaktian di rumah Bp. Sastrowardoyo pada 5 Oktober 1958, kurang lebih satu tahun kemudian tempat ibadah ini sudah tidak mampu lagi menampung jemaat yang hadir oleh karena pertumbuhan jemaat yang demikian pesatnya. Menyikapi hal ini lalu diputuskan untuk memindahkan tempat ibadah di rumah Bp. Poespoatmodjo di Cangakan, Jl. Colomadu Utara No. 25 (sekarang Jl. Adisumarmo / kini sudah dibangun dan digunakan untuk kantor Bank BNI Nusukan dan Bank Jateng Nusukan. Adapun Pengkotbahnya terdiri dari para Anggota Panitia Bakal Jemaat GKJ Nusukan dengan dibantu Majelis GKJ Margoyudan dan Majelis GKJ Manahan.

Pembagian Wilayah Jemaat GKJ Margoyudan

Dengan makin bertambahnya jumlah warga Kristen di wilayah Nusukan, serta mengingat jarak yang cukup jauh antara Nusukan dengan Margoyudan (sebagai gereja induk pada saat itu), maka pada tahun 1968 Majelis GKJ Margoyudan membentuk Majelis Wilayah yang bertugas mengurusi wilayahnya masing-masing seperti :

  1. Wilayah Margoyudan;
  2. Wilayah Sala Utara Nusukan;
  3. Wilayah Sala Timur Gandekan Tengen.

Wilayah Sala Utara meliputi : Nusukan, Ngipang, Selokaton dan Gemolong. Majelis / Pradoto yang berasal dari wilayah ini disebut Pradoto Wilayah. Selanjutnya mengingat perkembangan wilayah Nusukan maka yang disebut Pradoto Wilayah disini adalah khusus Pradoto wilayah Nusukan dan Ngipang. Adapun Pradoto wilayah Nusukan waktu itu adalah :

  1. Bp. Soeharno, SH                    (tua-tua)
  2. Bp. Moedjio Adi Kristyono     (Tua-tua)
  3. Bp. Sastrowiyono                    (Tua-tua)
  4. Bp. Hendrosaputro                  (Tua-tua)
  5. Bp. G. Christyoboedi               (Diaken)
  6. Bp. Sukijatno                           (Diaken)
  7. Bp. Sudiyoto                            (Diaken)
  8. Bp. Muslan Adisubroto           (Diaken)
  9. Bp. Suparman                          (Diaken)
  10. Bp. Sakeyus                             (Diaken)
  11. Bp. Atmowiyoto                      (Diaken)
  12. Bp. Adiwarsono                       (Tua-tua untuk Selokaton)

Pembinaan wilayah meliputi segi-segi kesadaran bergereja, persembahan, pembinaan iman dan lain-lain. Demikian halnya guna penyempurnaan pembinaan wilayah kemudian istilah Blok dari GKJ Margoyudan diganti dengan istilah Kelompok. Wilayah Nusukan yang semula terdiri dari 3 Blok diganti / diubah menjadi 6 kelompok, ditambah kelompok Ngipang dan kelompok Selokaton. Pada tiap-tiap kelompok ada Ketua Kelompok dan Pradoto Pamong.

continue reading »

May 16 2010 | Kegiatan | No Comments »

AWAL TUMBUHNYA JEMAAT KRISTEN DI SALA UTARA

Pengembangan Agama Kristen di Wilayah Nusukan.

Adanya kehidupan komunitas kristen di wilayah Nusukan sebenarnya sudah dimulai sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Masyarakat kristen di Nusukan yang waktu itu tidaklah terlalu banyak kemudian mulai mengadakan perkumpulan dan persekutuan secara rutin yang dalam perkembangannya dibagi dalam dua periode yaitu :

  1. Masa Sebelum Tahun 1942 – 1952.

Pada masa ini kegiatan pengembangan agama kristen di Nusukan mulai nampak dengan adanya beberapa penabur injil TuhanYesus Kristus yang menyebar “benih-benih” Kerajaan Allah di wilayah ini. Mereka adalah warga Gereja Kristen Jawa Margoyudan Surakarta yang terdiri dari :

  1. Ibu Citrowasono;
  2. Ibu Adiatmojo;
  3. Ibu R. Ayu Atmosarojo;
  4. Pemuda Sastrowardoyo;
  5. Pemuda Sukimin Suparto.

Para Ibu dan pemuda itulah yang mengawali pekabaran Injil Tuhan di wilayah Nusukan, dengan jumlah warga yang baru belasan serta sarana pendukung yang sangat terbatas seperti Majalah Mardiraharja, Penabur dan Siswatama serta buku-buku Kristen lainnya serta adanya sekolah kristen yang ada pada waktu itu Injil Tuhan mulai diperkenalkan dan dikumandangkan di wilayah ini.

Pada tahun 1942 dalam suasana huruhara pendudukan Jepang, Pemuda Sastrowardoyo (Sastrowardoyo)beserta keluarga dipindahkan ke Yogyakarta untuk mengikuti sekolah theologia. Dan pada tahun itu juga Tuhan menambah juru penabur lagi yang berasal dari warga Gereja Kristen Jawa Manahan Surakarta yaitu :

  1. Bp. Hagnyowinoto;
  2. Poespoatmodjo;
  3. Ibu Wiromartono;
  4. Bp. Moelyono.

Untuk selanjutnya para penginjil beserta keluarganya sebagian ada yang sudah meninggal dan ada juga yang pindah tempat, namun demikian perkembangan agama kristen di daerah ini makin meningkat.

Pada tahun 1952, Bapak Sastrowardoyo yang sempat sekolah di sekolah theologia, Yogyakarta dan kemudian bertugas sebagai guru Injil di Baturetno- Wonogiri dipindahtugaskan sebagai guru injil Gereja Kristen Jawa Margoyudan untuk daerah Selokaton (Ngegot dan Ngangkruk), yang merupakan benih tumbuh kembangnya Gereja Kristen Jawa Selokaton. Dengan pindah tugasnya Bapak Sastrowardoyo ke wilayah yang baru makin membawa angin segar bagi pengembangan jemaat Kristen di Nusukan. Kegiatan-kegiatan gerejani yang menampakkan adanya Tri Tugas Panggilan Gereja mulai diadakan meskipun masih “menginduk” di GKJ Margoyudan dan GKJ Manahan.

  1. Masa Tahun 1953 – 1958 (Awal Berdirinya Tempat Kebaktian di Nusukan).

Kegiatan-kegitan blok Nusukan / Solo Utara.

Pada tahun 1953 pertumbuhan jemaat kristen di wilayah Nusukan dan sekitarnya semakin pesat dengan diijinkannya di wilayah ini berdiri Sekolah Dasar Kristen di Gilingan dan Balai Pengobatan Kristen Pantiwaluyo di Nusukan. Kegiatan-kegiatan bakal jemaat kristen di Nusukan secara rutin mulai dilakukan seperti : continue reading »

April 21 2010 | Kegiatan | No Comments »

Daftar Majelis tahun 1969 – 2009

DAFTAR MAJELIS GKJ NUSUKAN TAHUN 1969 – 2009

Tahun 1969 :

  1. Suharno
  2. Hadisiswoyo
  3. Puspoatmodjo
  4. Sastrowiyono
  5. Borotosudarmo
  6. Mudjio Adikristiono
  7. Surahyo Hendrosaputro
  8. Suyatno
  9. Atmowiyoto
  10. Sutinyo Triatmodjo
  11. Sudiyoto Adipranoto
  12. Muslan Adisubroto
  13. Susapto
  14. Suparman
  15. Sakeyus Yuswadi

Tahun 1970 :

  1. Sudirman
  2. Goljat Christyaboedi
  3. Rajiman Hadiprasetyo
  4. Priyosuwito
  5. Sudjonohadi
  6. Suminto Hadisutrisno
  7. Sumarno Darsopriyono
  8. Tjitrodihardjo
  9. Yosomartono
  10. Sutarman
  11. Dalimin Dirjosangkoyo
  12. Sastrowardoyo
  13. Sudarman Hadikusuma
  14. Sutrisno Djokolelono
  15. Sardjuni
  16. Yunus Edyo Kamin
  17. Suprapto Atmodjo
  18. Dirjosusastro
  19. Sutrisno Ym
  20. Sudardi

continue reading »

February 15 2010 | Kegiatan | No Comments »

Adiyuswa 17-an

Dalam rangka ikut serta meramaikan HUT RI ke 64, Pokja Adiyuswa turut serta memeriahkan dengan mengadakan keurut baktian memperingati kemerdekaan RI yang ke 64. Kebaktian tersebut diadakan pada hari Selasa, 25 Agustus 2009 mulai pukul 16.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB. Turut hadir kurang lebih 150 Adiyuswa se GKJ Nusukan, menampakkan bahwa usia ternyata tidak membuat semangat mereka surut dalam ikut mensyukuri kemerdekaan RI ini. Melalui kebaktian ini pula kenangan pada Adiyuswa dibuka kembali ke masa perang kemerdekaan, tidak sedikit diantara Adiyuswa ini pada tahun 1945 ikut serta dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Kenangan mereka akan perjuangan yang tanpa lelah dilakukan serta tanpa pamrih seharusnya ikut dirasakan oleh generasi sekarang.

Tantangan penjajah yang terus berusaha merongrong kemerdekaan RI akan tetap mendapatkan perlawanan dari para pejuang, semangat inilah yang menjadikan cambuk bagi generasi muda unutk turut serta mengisi kemerdekaan yang telah direbut dengan darah, nyawa serta harta.

Isian kebaktian ini juga merupakan “kareman” dari pada Adiyuswa, yaitu tari daerah (Gambyong dan Wirogunan), bahasa pengantar yang dipakai juga bahasa daerah (jawa). Suasana kebaktian yang cair dan penuh dengan canda tawa (serius tapi santai). Dalam kebaktian tersebut tidak lupa ada acara doorprize serta isian dari Langen sekar KWOD (Kridhaning Warga Osiking Driya), Naomi Tabitha serta Sonora Adiyuswa. Jika dilihat dari isiannya tentu bisa disimpulkan bahwa ini adalah Dari dan untuk Adiyuswa.

August 26 2009 | Kegiatan | No Comments »

Kegiatan Pokja Nasi Murah

Bersamaan dengan dimulainya puasa oleh umat muslim di Indonesia, GKJ Nusukan melalui Pokja NPR (Nasi murah, Pasar murah dan Rescue) mengadakan kegiatan penjualan Nasi murah seharga Rp. 1.000,0- untuk nasi , sayur dan lauknya, yang utamanya diperuntukkan warga yang membutuhkan (di luar jemaat).

Hal ini merupakan program yang sudah dilakukan tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 program ini mendapat apresiasi yang cukup bagus dari warga sekitar,sehingga melihat hal itu Pokja NPR melihat kesempatan untuk berbagi ini bisa diteruskan menjadi program rutin. Memang pada awalnya kegiatan ini dicibir karena seolah – olah mengikuti kegiatan serupa yang dilakukan GKJ Manahan. Akan tetapi ada hal yang berbeda yang ditawarkan Majelis lewat program ini yaitu, kegiatan ini bukanlah untuk berbuka puasa (walaupun dilaksanakan waktunya bersamaan dengan bulan Puasa). Majelis hanya ingin menjalankan program ini untuk menjawab keadaan saat bulan puasa yakni harga – harga sembako naik.

Pelaksanaan kegiatan ini memang tidak semata hanya ditanggung oleh Majelis namun ada penjadwalan khusus. Masing – masing kelompok serta beberapa pokja ikut serta dalam penjadwalannya. Masing – masing kelompok dan pokja diberi giliran setiap hari sampai kegiatan ini berakhir yaitu +/- 30 hari (dimulai tanggal 21 Agustus s/d 20 Sept). Diharapkan lewat kegiatan ini GKJ Nusukan semakin bisa menjadi Shallom bagi semua, sesuia dengan visi GKJ Nusukan.

August 25 2009 | Kegiatan | 1 Comment »

Penyegaran Majelis

Pada tanggal 8 Agustus 2009, Majelis mengadakan penyegaran bagi Majelis dan pasangan. Tempat yang dipakai adalah pertama di pertapaan Gedono (Susteran Salatiga) kemudian dilanjutkan ke Pondok Remaja Salib Putih Salatiga. Rombongan sejumlah kurang lebih 75 orang diberangkatkan dari Solo sekitar pukul 07.00 WIB dan sampai ke tujuan pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Acara pertama adalah sharing dengan Suster dari pertapaan Gedono, sharing tersebut memberi pencerahan antara lain bahwa ketika terjun pelayanan (entah majelis atau bukan majelis) yang harus didahulukan adalah sikap pelayanan (yaitu duduk paling bawah dan siap untuk menerima “sampah”). Kemudian yang harus dilakukan selanjutnya adalah sikap bahwa mengambangkan sikap peka terhadap perasaan diri maupun orang lain. Salah satu contoh misalkan jika ada yang melakukan kesalahan dan membuat sakit hati bagi lainnya harus dengan cepat meminta maaf tanpa mendahulukan egoisme pribadi. Setelah sharing selesai waktu selanjutnya peserta dipersilahkan untuk bisa mengikuti misa rutin pada suster.
Tujuan kedua yaitu di Pondok Remaja Salib Putih, ditempuh panitia dari tempat pertama sekitar 20 menit perjalanan. Setelah sampai dan istirahat sebentar sambil menunggu pembicara , Bp. Kuriake Kristiawan, datang. Pak Bambang Sri Wiyadi (Ketua II) juga sempat menjelaskan sedikit tentang latar belakang pendirian Pondok Remaja Salib Putih.
Session pertama dari pembicara dimulai pukul 02.30 WIB, dengan diwarnai beberapa permainan serta guyonan, peserta digiring untuk bisa masuk dalam pembicaraan yang dalam. Dalam session ini Majelis diajak untuk bersama – sama mendalami karakter pribadi, apa hubungan karakter dengan pelayanan majelis? Hubungannya adalah jika masing – masing majelis bisa mengerti karakter pribadi serta karakter teman pelayanannya, maka diharapkan pelayanannya dapat dilakukan dengan maksimal dan optimal. Diharapkan tidak akan terjadi gesekan yang mengakibatkan pelayanan tidak berjalan baik.

Session ini ditutup sekitar pukul 04.00 WIB, setelah diselingi dengan Snack dan cofee time. Jika dilihat dari wajah – wajah peserta yang mengikuti Penyegaran Majelis dan pasangan sehari ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat berguna dan memberi manfaat serta kenangan yang dalam bagi masing – masing peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan tiap tahun.

August 14 2009 | Kegiatan | No Comments »