25Aug
Filed under:
Kegiatan by:
admin
Bersamaan dengan dimulainya puasa oleh umat muslim di Indonesia, GKJ Nusukan melalui Pokja NPR (Nasi murah, Pasar murah dan Rescue) mengadakan kegiatan penjualan Nasi murah seharga Rp. 1.000,0- untuk nasi , sayur dan lauknya, yang utamanya diperuntukkan warga yang membutuhkan (di luar jemaat).
Hal ini merupakan program yang sudah dilakukan tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 program ini mendapat apresiasi yang cukup bagus dari warga sekitar,sehingga melihat hal itu Pokja NPR melihat kesempatan untuk berbagi ini bisa diteruskan menjadi program rutin. Memang pada awalnya kegiatan ini dicibir karena seolah – olah mengikuti kegiatan serupa yang dilakukan GKJ Manahan. Akan tetapi ada hal yang berbeda yang ditawarkan Majelis lewat program ini yaitu, kegiatan ini bukanlah untuk berbuka puasa (walaupun dilaksanakan waktunya bersamaan dengan bulan Puasa). Majelis hanya ingin menjalankan program ini untuk menjawab keadaan saat bulan puasa yakni harga – harga sembako naik.
Pelaksanaan kegiatan ini memang tidak semata hanya ditanggung oleh Majelis namun ada penjadwalan khusus. Masing – masing kelompok serta beberapa pokja ikut serta dalam penjadwalannya. Masing – masing kelompok dan pokja diberi giliran setiap hari sampai kegiatan ini berakhir yaitu +/- 30 hari (dimulai tanggal 21 Agustus s/d 20 Sept). Diharapkan lewat kegiatan ini GKJ Nusukan semakin bisa menjadi Shallom bagi semua, sesuia dengan visi GKJ Nusukan.
14Aug
Filed under:
Kegiatan by:
admin
Pada tanggal 8 Agustus 2009, Majelis mengadakan penyegaran bagi Majelis dan pasangan. Tempat yang dipakai adalah pertama di pertapaan Gedono (Susteran Salatiga) kemudian dilanjutkan ke Pondok Remaja Salib Putih Salatiga. Rombongan sejumlah kurang lebih 75 orang diberangkatkan dari Solo sekitar pukul 07.00 WIB dan sampai ke tujuan pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Acara pertama adalah sharing dengan Suster dari pertapaan Gedono, sharing tersebut memberi pencerahan antara lain bahwa ketika terjun pelayanan (entah majelis atau bukan majelis) yang harus didahulukan adalah sikap pelayanan (yaitu duduk paling bawah dan siap untuk menerima “sampah”). Kemudian yang harus dilakukan selanjutnya adalah sikap bahwa mengambangkan sikap peka terhadap perasaan diri maupun orang lain. Salah satu contoh misalkan jika ada yang melakukan kesalahan dan membuat sakit hati bagi lainnya harus dengan cepat meminta maaf tanpa mendahulukan egoisme pribadi. Setelah sharing selesai waktu selanjutnya peserta dipersilahkan untuk bisa mengikuti misa rutin pada suster.
Tujuan kedua yaitu di Pondok Remaja Salib Putih, ditempuh panitia dari tempat pertama sekitar 20 menit perjalanan. Setelah sampai dan istirahat sebentar sambil menunggu pembicara , Bp. Kuriake Kristiawan, datang. Pak Bambang Sri Wiyadi (Ketua II) juga sempat menjelaskan sedikit tentang latar belakang pendirian Pondok Remaja Salib Putih.
Session pertama dari pembicara dimulai pukul 02.30 WIB, dengan diwarnai beberapa permainan serta guyonan, peserta digiring untuk bisa masuk dalam pembicaraan yang dalam. Dalam session ini Majelis diajak untuk bersama – sama mendalami karakter pribadi, apa hubungan karakter dengan pelayanan majelis? Hubungannya adalah jika masing – masing majelis bisa mengerti karakter pribadi serta karakter teman pelayanannya, maka diharapkan pelayanannya dapat dilakukan dengan maksimal dan optimal. Diharapkan tidak akan terjadi gesekan yang mengakibatkan pelayanan tidak berjalan baik.
Session ini ditutup sekitar pukul 04.00 WIB, setelah diselingi dengan Snack dan cofee time. Jika dilihat dari wajah – wajah peserta yang mengikuti Penyegaran Majelis dan pasangan sehari ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat berguna dan memberi manfaat serta kenangan yang dalam bagi masing – masing peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan tiap tahun.