JIWA PENGKRITIK

Filed under:  Khotbah  by:  admin

JIWA PENGKRITIK.

HARUS JADI NOMOR SATU?

Filed under:  Khotbah  by:  admin

HARUS JADI NOMOR SATU?.

Seorang narapidana yang menerima anugerah

Filed under:  Khotbah  by:  admin

Oleh Pendeta Jeremiah C.
(Lukas 13: 39-42)

Yesus yang dipercayai oleh orang Kristen adalah Kristus yang telah disalibkan. Apakah Anda tahu implikasi dari Yesus yang telah disalibkan? Hari ini, Gereja seringkali menggambarkan Yesus dengan penuh kemuliaan disalibkan di atas kayu salib. Namun, rasul Paulus melukiskan Yesus yang tersalib sebagai batu sandungan bagi orang Yahudi di 1 Ko. 1:23 dan dipandang sebagai suatu kebodohan di mata orang-orang non-Yahudi. Jika penyaliban Yesus adalah suatu hal yang mulia, mengapa hal itu menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi? Mengapa orang non-Yahudi memandang peristiwa itu sebagai kebodohan?

Pada kenyataannya, penyaliban Yesus bukanlah suatu gambaran kemuliaan. Bukan hanya peristiwa ini gagal untuk menyakinkan orang, namun hal ini sangat menganggu. Mengapa orang mau mempercayai bahwa Yesus yang lemah dan tak berdaya ini, yang ditolak oleh semua orang adalah Kristus dan juru selamat? Jika Anda menyaksikan penyaliban Yesus, apakah Anda akan percaya bahwa dia adalah juru selamat? Apa kaitannya penyaliban Yesus dengan kita? Mengapa kita perlu mempercayai dia? Mari kita baca Lukas 23: 39-43.

Read more…

Bulan Keluarga tahun 2011

Filed under:  Khotbah  by:  admin

Bagi anda yang memerlukan bahan Bulan Keluarga (dulu MPHB) thaun 2011 terdiri dari Liturgi, Khotbah Jangkep, Persekutuan Doa, Pemahaman Alkitab (baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa dapat anda unduh di link berikut: BK Indonesia dan BK Jawa

Kebesaran Tuhan semakin terlihat dalam badai

Filed under:  Khotbah  by:  admin

BACAAN      :

-          Bacaan I                            : Ayub 38 : 1-11

-          Antar Bacaan                  : Mazmur 107 : 1-3, 23-32

-          Bacaan II                          : II Korintus 6 : 1-13

-          Bacaan Injil                       : Markus 4 : 35-41

-          Ayat persembahan        : Mazmur 50 : 23

-          Berita Anugerah                : Mazmur 28 : 8

-          Petunjuk Hidup Baru        : Habakuk 3 : 17-19

 

 

TUJUAN       : Jemaat mampu menyadari bahwa penderitaan atau badai kehidupan itu bukan hal yang harus ditakuti tapi harus disyukuri. Karena dalam penderitaan itu kuasa Tuhan justru terlihat besar.

Read more…

Dipanggil untuk menguduskan dan memulihkan yang lain

Filed under:  Khotbah  by:  admin

BACAAN      :

-          Bacaan I                            : 1 Samuel 3 : 1-10 (11-20)

-          Antar Bacaan                    : Mazmur 139 : 1-6, 13-18

-          Bacaan II                          : 1 Korintus 6 : 12-20

-          Bacaan Injil                       : Yohanes 1 : 43-51

-          Ayat persembahan        : 1 Petrus 5 : 7,10

-          Berita Anugerah                : 1 Timotius 1 : 9

-          Petunjuk Hidup Baru        : 1 Tesalonika 4 : 7-8

 

TUJUAN       : Jemaat menyadari bahwa setiap orang dipanggil Tuhan dengan cara yang berbeda, tapi dengan maksud yang sama, yaitu untuk menguduskan dan memulihkan yang lain.

 

DASAR PEMIKIRAN

Panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah kepada orang yang lain itu adalah suatu anugerah dan rahmat dari Tuhan : “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh 15:16). Karena itu sudah seharusnya orang yang mendengar panggilan Tuhan, segera menjawab/merespon dan mewujudnyatakn panggilan tersebut.

Sayangnya, dewasa ini budaya “mendengar dan menjawab” panggilan Tuhan semakin melemah. Ada banyak alasan yang menyebabkannya. Diantaranya :

-          merasa tidak pernah mendengar panggilan Tuhan

-          Kalau pun mendengar, ada perasaan tidak yakin bahwa yang memanggilnya itu adalah Tuhan

-          Kalau pun yakin bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan, ada perasaan bahwa dirinya tidak layak dan tidak mampu mengerjakannya

-          Kalaupun sudah diyakinkan bahwa sekalipun tidak layak tapi Tuhan akan memampukannya, tetap masih ada perasaan tidak siap untuk benar-benar terjun dalam pelayanan. Karena konsekuensi besar dan berat sudah menunggunya

-          Dll.

Pertanyaannya : bagaimana caranya agar jemaat menyadari bahwa panggilan Tuhan itu terus menerus terjadi? Bagaimana caranya agar jemaat bisa menjawab “ya” atas panggilan Tuhan dan siap melakukannya sekalipun konsekuensinya berat?

Read more…