Setelah diresmikannya Tempat kebaktian di rumah Bp. Sastrowardoyo pada 5 Oktober 1958, kurang lebih satu tahun kemudian tempat ibadah ini sudah tidak mampu lagi menampung jemaat yang hadir oleh karena pertumbuhan jemaat yang demikian pesatnya. Menyikapi hal ini lalu diputuskan untuk memindahkan tempat ibadah di rumah Bp. Poespoatmodjo di Cangakan, Jl. Colomadu Utara No. 25 (sekarang Jl. Adisumarmo / kini sudah dibangun dan digunakan untuk kantor Bank BNI Nusukan dan Bank Jateng Nusukan. Adapun Pengkotbahnya terdiri dari para Anggota Panitia Bakal Jemaat GKJ Nusukan dengan dibantu Majelis GKJ Margoyudan dan Majelis GKJ Manahan.
Pembagian Wilayah Jemaat GKJ Margoyudan
Dengan makin bertambahnya jumlah warga Kristen di wilayah Nusukan, serta mengingat jarak yang cukup jauh antara Nusukan dengan Margoyudan (sebagai gereja induk pada saat itu), maka pada tahun 1968 Majelis GKJ Margoyudan membentuk Majelis Wilayah yang bertugas mengurusi wilayahnya masing-masing seperti :
- Wilayah Margoyudan;
- Wilayah Sala Utara Nusukan;
- Wilayah Sala Timur Gandekan Tengen.
Wilayah Sala Utara meliputi : Nusukan, Ngipang, Selokaton dan Gemolong. Majelis / Pradoto yang berasal dari wilayah ini disebut Pradoto Wilayah. Selanjutnya mengingat perkembangan wilayah Nusukan maka yang disebut Pradoto Wilayah disini adalah khusus Pradoto wilayah Nusukan dan Ngipang. Adapun Pradoto wilayah Nusukan waktu itu adalah :
- Bp. Soeharno, SH (tua-tua)
- Bp. Moedjio Adi Kristyono (Tua-tua)
- Bp. Sastrowiyono (Tua-tua)
- Bp. Hendrosaputro (Tua-tua)
- Bp. G. Christyoboedi (Diaken)
- Bp. Sukijatno (Diaken)
- Bp. Sudiyoto (Diaken)
- Bp. Muslan Adisubroto (Diaken)
- Bp. Suparman (Diaken)
- Bp. Sakeyus (Diaken)
- Bp. Atmowiyoto (Diaken)
- Bp. Adiwarsono (Tua-tua untuk Selokaton)
Pembinaan wilayah meliputi segi-segi kesadaran bergereja, persembahan, pembinaan iman dan lain-lain. Demikian halnya guna penyempurnaan pembinaan wilayah kemudian istilah Blok dari GKJ Margoyudan diganti dengan istilah Kelompok. Wilayah Nusukan yang semula terdiri dari 3 Blok diganti / diubah menjadi 6 kelompok, ditambah kelompok Ngipang dan kelompok Selokaton. Pada tiap-tiap kelompok ada Ketua Kelompok dan Pradoto Pamong.
continue reading »
May 16 2010 | Kegiatan | No Comments »
DAFTAR MAJELIS GKJ NUSUKAN TAHUN 1969 – 2009
Tahun 1969 :
- Suharno
- Hadisiswoyo
- Puspoatmodjo
- Sastrowiyono
- Borotosudarmo
- Mudjio Adikristiono
- Surahyo Hendrosaputro
- Suyatno
- Atmowiyoto
- Sutinyo Triatmodjo
- Sudiyoto Adipranoto
- Muslan Adisubroto
- Susapto
- Suparman
- Sakeyus Yuswadi
Tahun 1970 :
- Sudirman
- Goljat Christyaboedi
- Rajiman Hadiprasetyo
- Priyosuwito
- Sudjonohadi
- Suminto Hadisutrisno
- Sumarno Darsopriyono
- Tjitrodihardjo
- Yosomartono
- Sutarman
- Dalimin Dirjosangkoyo
- Sastrowardoyo
- Sudarman Hadikusuma
- Sutrisno Djokolelono
- Sardjuni
- Yunus Edyo Kamin
- Suprapto Atmodjo
- Dirjosusastro
- Sutrisno Ym
- Sudardi
continue reading »
February 15 2010 | Kegiatan | No Comments »
- Pdt. EKO PRASETYO
- Pdt. W. PURWANINGTYAS
- SUDARWANTO
- SUPRAPTI
- SUJIATI DAYAT
- AGUS SULISTYONO
- SAWARTI
- PARWATI RETNANINGTYAS
- KUSTAM
- RETNO UTAMI
- BARATA ADI SABARYANTO
- TOTOK KRISTIYONO
- SAKIMAN
- SUHARNI MAMAN S.
- BAMBANG SRI WIYADI continue reading »
August 25 2009 | Kategori bebas | No Comments »
Pada tanggal 8 Agustus 2009, Majelis mengadakan penyegaran bagi Majelis dan pasangan. Tempat yang dipakai adalah pertama di pertapaan Gedono (Susteran Salatiga) kemudian dilanjutkan ke Pondok Remaja Salib Putih Salatiga. Rombongan sejumlah kurang lebih 75 orang diberangkatkan dari Solo sekitar pukul 07.00 WIB dan sampai ke tujuan pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Acara pertama adalah sharing dengan Suster dari pertapaan Gedono, sharing tersebut memberi pencerahan antara lain bahwa ketika terjun pelayanan (entah majelis atau bukan majelis) yang harus didahulukan adalah sikap pelayanan (yaitu duduk paling bawah dan siap untuk menerima “sampah”). Kemudian yang harus dilakukan selanjutnya adalah sikap bahwa mengambangkan sikap peka terhadap perasaan diri maupun orang lain. Salah satu contoh misalkan jika ada yang melakukan kesalahan dan membuat sakit hati bagi lainnya harus dengan cepat meminta maaf tanpa mendahulukan egoisme pribadi. Setelah sharing selesai waktu selanjutnya peserta dipersilahkan untuk bisa mengikuti misa rutin pada suster.
Tujuan kedua yaitu di Pondok Remaja Salib Putih, ditempuh panitia dari tempat pertama sekitar 20 menit perjalanan. Setelah sampai dan istirahat sebentar sambil menunggu pembicara , Bp. Kuriake Kristiawan, datang. Pak Bambang Sri Wiyadi (Ketua II) juga sempat menjelaskan sedikit tentang latar belakang pendirian Pondok Remaja Salib Putih.
Session pertama dari pembicara dimulai pukul 02.30 WIB, dengan diwarnai beberapa permainan serta guyonan, peserta digiring untuk bisa masuk dalam pembicaraan yang dalam. Dalam session ini Majelis diajak untuk bersama – sama mendalami karakter pribadi, apa hubungan karakter dengan pelayanan majelis? Hubungannya adalah jika masing – masing majelis bisa mengerti karakter pribadi serta karakter teman pelayanannya, maka diharapkan pelayanannya dapat dilakukan dengan maksimal dan optimal. Diharapkan tidak akan terjadi gesekan yang mengakibatkan pelayanan tidak berjalan baik.
Session ini ditutup sekitar pukul 04.00 WIB, setelah diselingi dengan Snack dan cofee time. Jika dilihat dari wajah – wajah peserta yang mengikuti Penyegaran Majelis dan pasangan sehari ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat berguna dan memberi manfaat serta kenangan yang dalam bagi masing – masing peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan tiap tahun.
August 14 2009 | Kegiatan | No Comments »